29 Oktober 2025

ย 

ย 

Halo semuanya, kembali lagi di artikel Sutol.in!

Di artikel kali ini, saya akan melanjutkan pembahasan tentang servis HP. Ini adalah artikel ke-4 dari seri belajar servis HP. Jadi, jika kamu belum membaca artikel sebelumnya, silakan baca terlebih dahulu agar tidak bingung saat saya menjelaskan di artikel ke-4 ini.

Pada artikel kali ini, kita akan belajar tentang alat ukur yang biasa digunakan oleh teknisi serta mengenal berbagai komponen pada HP. Alat ukur dan komponen HP sangat bermacam-macam. Jika tidak mengikuti secara seksama, nantinya kamu akan bingung di artikel-artikel selanjutnya karena tidak memperhatikannya.

Mengenal komponen pada HP termasuk langkah yang cukup mendalam dalam dunia servis HP. Jadi, tetap semangat untuk menjadi mekanik yang pintar dan bijak.

Oke, saya anggap kalian sudah membaca artikel sebelumnya.


Jadi langsung saja kita mulai, gasss! โ˜บ

ย 

Alat ukur yang disiapkan:

ย 

1. Avometer atau Multitester (analog dan digital)

Keduanya memiliki fungsi yang sama, baik analog maupun digitalโ€”sama-sama untuk mengukur tegangan atau hambatan.

Lalu, lebih baik beli yang mana?

Kalau saya pribadi, saya punya keduanya. Namun secara praktik di lapangan, yang sering saya pakai adalah yang digital, sedangkan yang analog jarang sekali saya gunakan. Karena yang digital lebih akurat dan jarang error, makanya saya lebih suka pakai yang digital.

Saya akan sedikit menjelaskan cara pemakaian alat avometer.


Sebelum menyalakan avometer, sambungkan terlebih dahulu probe merah dan hitam.

Kabel merah dimasukkan ke lubang paling kiri, sedangkan kabel hitam ke lubang tengah. Setelah dihubungkan, maka ada probe positif (merah) dan probe negatif (hitam).

Di bagian tengah avometer, ada lingkaran atau disebut selektor yang mengarah ke sebuah logo atau simbol. Biasanya, kalau belum dinyalakan, selektor menunjuk ke arah OFF atau mati. Jika kamu ingin menyalakan avometer, cukup putar selektor ke arah atas hingga menunjuk logo V, yang menandakan posisi pengukuran tegangan (voltase).

Tegangan (voltase) pada avometer ini bisa digunakan untuk mengukur arus AC maupun DC.

Biasanya, pada sebagian jenis avometer, pengukuran AC dan DC sudah digabung dalam satu pengaturan, jadi kamu bisa memilih sesuai kebutuhan.

ย 

Untuk apa teknisi menggunakan setelan tegangan (voltase)?

ย 

Biasanya digunakan untuk mengecek tegangan baterai, apakah baterai masih bagus atau sudah rusak. Jadi, kita bisa memastikan kepada pelanggan apabila ada kerusakan pada baterai.

Lalu, tegangan (voltase) bisa digunakan untuk apa lagi?


Masih banyak contoh penggunaannya.

Misalnya, ketika HP dihubungkan ke charger, lalu probe diletakkan di titik VBUS cas.
Kabel negatif ditempatkan di ground, dan kabel positif di titik VBUS. Jika VBUS tersebut normal, indikator akan menunjukkan angka sekitar 5V. Namun, jika rusak, indikator akan menunjukkan 0V.

Bisa juga digunakan untuk mengukur tegangan pada komponen tertentu di HP.


Masih banyak contoh lainnya, tapi saya jelaskan sesimpel mungkin.

Ketika selektor diputar lagi ke arah atas, maka akan mengarah ke mili volt (mV).
Bagian ini bisa dilewati saja, karena fungsinya samaโ€”untuk mengukur tegangan dengan satuan lebih kecil.

Jika diputar lagi, selektor akan mengarah ke dioda mode atau buzzer (continuity mode). Ini salah satu mode yang sering dipakai teknisi.

Kalau kita hubungkan probe positif dan negatif, avometer otomatis akan berbunyi.

Buzzer digunakan untuk apa?


Buzzer biasanya digunakan untuk mengukur jalur pada papan HP.

Jika probe positif ditaruh di jalur bagian A dan probe negatif di bagian B, maka:

  • Jika avometer berbunyi, berarti jalur A ke B normal.

  • Jika tidak berbunyi, berarti jalur A ke B rusak atau terputus.

Ini harus sangat diperhatikan.

ย 

Apabila salah satu probe ditempatkan di titik yang salah, maka avometer tidak akan berbunyi.
Kesalahan seperti ini sering terjadi pada teknisi pemulaโ€”salah saat mengambil keputusan. Ketika avometer tidak berbunyi, mereka langsung menganggap jalur papan HP rusak, padahal kesalahannya ada pada penempatan titik probe.
Jadi, hati-hati di bagian ini.

Mode Hz (Hertz)

Mode ini digunakan untuk mengukur frekuensi, misalnya pada kristal clock di papan HP. Mode ini jarang sekali digunakan, dan saya sendiri selama menjadi teknisi belum pernah memakainya, jadi bisa dilewati dulu.

Mode Ampere (A)

Mode ini digunakan untuk mengukur arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian.
Namun di lapangan, mode ini jarang dipakai, karena untuk mengukur arus saya biasanya menggunakan power supply. Jadi, kita lewati saja agar lebih singkat.

Mode Miliampere dan Pengukur Suhu

Mode ini juga jarang saya gunakan saat praktik, karena menurut saya tidak terlalu penting dalam dunia servis HP.

Jadi menurut saya, mode yang paling penting dan sering digunakan adalah:

  • Mode Tegangan (Voltase)

  • Mode Dioda/Buzzer (Continuity Mode)

Kedua mode ini paling berguna di avometer dari sekian banyak pilihan yang ada.
Namun, bukan berarti mode lainnya tidak penting. Suatu saat nanti bisa saja dibutuhkan, jadi tetap pelajari dan pahami semua mode agar kamu siap menghadapi berbagai kondisi saat servis HP.

Power Supply

Alat ukur kedua adalah Power Supply.
Power supply digunakan untuk mengukur nilai konsumsi arus pada suatu perangkat.

Untuk mengetes power supply, sambungkan kabel merah (positif) dan kabel hitam (negatif).
Pastikan kabel ditempatkan dengan benar agar hasil pengukuran akurat.

Untuk mengetahui nilai konsumsi arus saat HP dinyalakan, perhatikan indikator pada power supply.
Awalnya indikator menunjukkan 0.0, tapi saat HP dinyalakan, angka akan berubah naik, dengan satuan miliampere (mA).

Setelah HP menyala, angka miliampere akan naik-turun tergantung arus yang mengalir pada komponen HP.


Power supply ini sering digunakan oleh para teknisi untuk menganalisis komponen rusak, terutama pada kasus HP mati total.

Caranya adalah dengan melihat dan menganalisis konsumsi arus ketika HP diberi tegangan dari power supply.

Kesimpulan

Itulah beberapa alat ukur yang sering digunakan dalam dunia servis HP, terutama avometer dan power supply.
Dua alat ini sangat penting karena bisa membantu kita menganalisis kerusakan, baik dari jalur, tegangan, maupun konsumsi arus pada HP.

Bagi kamu yang baru belajar servis HP, pelajari dan pahami dulu fungsi dasar dari setiap alat ukurโ€”terutama dua alat iniโ€”karena keduanya adalah modal utama seorang teknisi.

ย 

Penutup:

Semakin sering kamu berlatih menggunakan alat ukur, semakin mudah kamu mengenali kerusakan pada HP.

Tetap semangat belajar dan jangan mudah menyerah, karena dunia servis HP itu luas dan penuh ilmu baru yang bisa kamu pelajari setiap hari ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š