29 Oktober 2025

Di materi kali ini, melanjutkan artikel sebelumnya, saya akan berbagi pengalaman pertama saya saat menjadi teknisi servis HP, dari beberapa pengalaman saya saat menjadi teknisi banyak ilmu yang saya dapat dari mengatasi konslet HP, HP error, dan masih banyak lagi. Saya akan jelaskan sedikit demi sedikit.
Kamu nantinya akan merasakan banyak keluhan dari para pelanggan seperti halnya HP korslet, HP tidak ada sinyal, kamera mati, LCD tidak bisa disentuh, atau HP tidak bisa dicas.
Langkah Pertama Komunikasi.
Jadi langkah pertama yang wajib diperhatikan oleh teknisi adalah komunikasi. Meskipun terlihat paling sederhana, hal seperti ini itu sangat penting karena ketika kita berkomunikasi dengan pelanggan langsung, dan menanyakan ke pelanggan apa saja kerusakan HP-nya.
Dengan itu akan mempermudah kita dalam menganalisis masalah dalam HP pelanggan dan bisa langsung memproses dengan lebih efisien dan tepat sasaran. Jadi, ga mungkin kita langsung membongkar HP pelanggan sebelum menanyakan kerusakan ke pelanggan.
Langkah Kedua adalah Bertanya.
Kamu harus berani bertanya ke pelanggan penyebab kerusakan pada HP sebelum melakukan pengerjaan.
Misalnya, seperti HP mati total itu bisa jadi ada 2 penyebab: mati karena terjatuh atau mati karena terendam air.
Kenapa kita harus tahu penyebab terlebih dahulu sebelum melakukan perbaikan? Karena setiap penyebab yang berbeda itu juga akan berbeda saat pengerjaan perbaikan.
Seperti mati total karena terjatuh mungkin mengalami kerusakan pada konektor atau jalur tertentu, sedangkan HP mati total karena terendam air atau terkena air hujan itu membutuhkan proses pembersihan dan pengeringan khusus.
Jadi, sebelum melakukan perbaikan, pastikan kamu memahami penyebab HP itu rusak agar langkah yang akan diambil tepat dan hasil perbaikan jadi lebih maksimal.
Langkah ke 3 adalah Menganalisa.
Tahap menganalisa sebenarnya hal yang paling penting juga dan susah dalam servis HP.
Kenapa? Karena dalam tahap ini kita perlu menganalisa satu per satu software (sistem) atau hardware (komponen) dengan teliti agar kita tahu adakah kerusakan yang lain yang tersembunyi atau satu bagian saja yang rusak.
Semakin sering kamu menganalisa sebuah kerusakan, semakin cepat insting teknisi kamu terbentuk, sehingga bisa menebak kerusakan hanya dari gejala awal yang ditunjukkan HP.
Langkah ke 4 adalah Memvonis.
Jadi setelah kita menganalisa kerusakan, kita harus berani memvonis atau menentukan tindakan perbaikan.
Di sini kita wajib membedakan apa saja yang perlu dibersihkan saja atau diganti dengan komponen yang baru.
Misalnya, jika kerusakan disebabkan oleh karat karena air, cukup lakukan pembersihan menyeluruh pada bagian tertentu. Namun, jika kerusakan berasal dari komponen seperti IC power atau konektor, maka penggantian komponen baru adalah solusi terbaik.
Dengan memvonis secara tepat nantinya akan mempermudah kamu dalam menservis HP, dan pelanggan akan puas dengan hasil yang kita kerjakan.
Langkah ke 5 adalah Mengeksekusi.
Setelah kita sudah menganalisis dan memvonis semua, maka kita harus segera mengeksekusi dengan hasil analisis yang tadi sudah dicek sebelumnya.
Namun, di tahap ini terkadang di bagian eksekusi tidak semulus yang kita kira. Setelah dianalisis, divonis, dan dieksekusi selesai, ternyata HP masih tidak bisa menyala atau masalah belum teratasi sepenuhnya.
Nah, disinilah timbul pertanyaan baru:
Apakah analisisnya yang salah, vonis yang tidak tepat, atau mungkin eksekusinya yang salah?
Hal seperti ini sangat wajar terjadi, terutama bagi teknisi pemula.
Misalnya, analisis kita sudah benar, vonis juga sudah benar, tetapi ketika pemasangan komponen mungkin tidak pas atau tidak terhubung sempurna. Kadang juga komponen yang baru bisa saja rusak, karena komponen baru pun tidak menjamin bahwa komponen itu bagus — hasilnya HP tetap tidak bisa menyala.
Jadi, selain kemampuan menganalisa, ketelitian dan kesabaran saat eksekusi juga sangat penting dalam dunia servis HP. Kesabaran dan ketenangan juga sangatlah penting saat mengeksekusi HP.
Contoh yang sederhana adalah saat pemasangan LCD.
Sekilas terlihat mudah, tapi kalau kita tidak hati-hati saat pemasangan justru bisa merusak komponen lain atau bisa jadi merusak LCD yang baru kita pasang.
Hal seperti itu sering terjadi oleh teknisi pemula dan biasanya terjadi karena kamu kurang sabar saat proses eksekusi.
Padahal, tahap pemasangan membutuhkan ketelitian, tekanan tangan yang pas, dan kesabaran ekstra agar hasil perbaikan tetap rapi dan komponen lain tetap aman.
Saya kasih contoh lagi, HP tidak bisa dicas — ini juga sering terjadi.
Masalah seperti ini kelihatannya sepele, tapi penyebabnya bisa beragam. Kadang hanya karena konektor charger kotor atau longgar, tapi bisa juga disebabkan oleh kerusakan pada jalur pengisian atau IC charge.
Kalau hanya konektor kotor, kita bisa membersihkan saja bagian konektor, tapi kalau sudah longgar atau kerusakan pada jalur biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengecek lebih mendalam lagi. Untuk pemula, penting sekali melakukan pemeriksaan bertahap, mulai dari yang paling ringan dulu, misalnya membersihkan konektor atau mencoba kabel charger lain.
Jika tetap tidak bisa, barulah lakukan pengecekan jalur menggunakan multimeter untuk memastikan apakah ada komponen yang harus diganti.
Kesimpulan:
Kesalahan umum teknisi pemula adalah langsung mengganti IC charge tanpa analisa. Padahal, bisa jadi masalahnya hanya di konektor atau jalur yang putus. Terkadang hanya ingin instannya saja, tidak memperhatikan jangka panjangnya.
Jadi, dari mulai komunikasi dengan pelanggan, menganalisa, memvonis, hingga eksekusi, semuanya harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati. Setiap kesalahan kecil bisa jadi pelajaran berharga untuk ke depannya.
Ingat, tidak ada teknisi yang langsung mahir dalam semalam. Semua butuh proses dan kesabaran.
Jadi, itulah sedikit cerita pengalaman saya saat awal-awal belajar menjadi teknisi HP.
Penutup:
Semoga dengan artikel saya ini bisa membantu para pemula menjadi teknisi yang jujur, teliti, dan profesional.
Kita lanjutkan lagi di artikel selanjutnya. Tetap semangat dan teruslah belajar